Cool Hot Pink Outer Glow Pointer

Kuat Seperti Kawat

sumber : syaharani putri allya

Nakal, tidak sopan, memiliki pergaulan bebas, sulit bergaul seolah menjadi ciri khas tersendiri bagi mereka yang mengalami broken home. Tetapi tidak dengan wanita satu ini, Rara, begitu teman-temannya memanggil. Seorang wanita yang terlahir dengan nama lengkap Syaharani Putri Allya ini telah menempuh berbagai macam cobaan dalam hidupnya. Perpisahan kedua orang tua contohnya.

Sejak ia Sekolah Dasar kedua Orang Tuanya sudah memutuskan untuk berpisah. Saat itu Ayahnya sedang sakit, dapat dikatakan penyakitnya cukup parah hingga membuat Ayahnya tidak bisa bekerja lagi. Akhirnya ia pun dirawat dan tinggal dengan Kakek dan Neneknya, diumurnya yang masih kecil ia pun harus merawat Ayahnya yang sedang sakit, disaat anak-anak  yang lainnya sedang asyik bermain dan menikmati kesenangan di Sekolah Dasar.

Ia terpuruk? sudah pasti, anak mana yang tidak akan terpuruk ketika harus melihat kedua orangnya berpisah, namun ia tidak pernah mengeluh, bersedih ataupun menuntut apapun. Ia tetap ceria seperti anak-anak lainnya. Bersedih? tentunya, hanya saja ia tidak pernah menunjukkan kesedihannya. Menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama ia menjadi pribadi yang aktif dalam organisasi, menjadi anggota OSIS contohnya. Selain itu ia pun aktif dalam hal bermusik, bahkan ia pernah memenangkan perlombaan cipta lagu pada acara FLS2N dan mendapat peringkat I se-Jakarta Timur.

Kegemarannya dalam bermusik pun masih ditekuninya hingga sekarang, ia pun bisa memainkan alat musik, gitar dan keyboard. Walaupun kedua orangnya berpisah dan ia tidak tinggal dengan Ibunya ia tetap menjalin komunikasi hampir setiap harinya. Namun ia sempat mengeluh ketika ia ingin  berpergian sudah pasti ia selalu mengabarkan kedua orang tuanya, “ya ribet juga si kalo harus laporan ke dua-duanya karna kan mereka beda rumah jadi ribet gitu harus laporan ke papa dan ke mama, cuma ya mau gimana lagi, nikmatin aja” jelasnya.

 Rara mempunyai pribadi yang menyengkan, sejak dulu hingga sekarang ia memliki banyak teman, ia termasuk kedalam kategori yang mudah berbaur dengan lingkungan sekitar. Di kampus pun bisa dikatakan ia memiliki banyak teman. Selain itu ia termasuk kedalam kategori pribadi yang cukup terbuka, ia akan menceritakan apa yang menurut ia harus diceritakan, tetapi terkadang pun ia agak sulit untuk menceritakan permasalahan yang diadapinya.

Menurutnya menjadi salah satu anak yang mengalami broken home memang bukan lah yang mudah, namun tidak dengan mejadikan broken home sebagai alasan untuk berontak dan berbuat seenaknya. 

“Ya kalau dibilang gaenak, udah pasti gaenak, mana ada yang mau jadi anak broken home, cuma yam mau gimana lagi, mungkin itu emang udah keputusan yang terbaik buat kedua orang tua saya” ucapnya.

“Buat kalian yang mengalami keadaan seperti saya, jangan jadiin itu sebagai alasan buat kalian menjadi pribadi yang buruk” tambahnya memberi saran.

2 komentar :

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates