![]() |
| sumber foto : dokumen pribadi |
JAKARTA–Festival Bongsang kembali hadir untuk yang kedua
kalinya, festival yang diselenggarakan di Jalan Raya Pasar Minggu, Jati padang
ini merupakan wujud dari pelestarian budaya Betawi. Acara ini diadakan selama 2
hari 5-6 Oktober 2019 dan berlangsung
dari pagi hingga malam hari(06/10).
Beragam makanan telah
disajikan dalam acara ini, khususnya makanan khas betawi yang memang menjadi
ciri khas dari acara ini seperti dodol Betawi, kerak telor, bir pletok, dan yang lainnya. Tahun ini Festival Bongsang
mengusung tema menggali kembali permainan tradisional Betawi. Dimana permainan
tradisional ini memang sudah tertera dalam kurikulum Sekolah Dasar(SD) di
Jakarta.
Permainan tradisional
seperti enggrang, galahsit, gangsing dan kapal-kapal sempat hilang di kalangan
masyarakat, akan tetapi permain-permainan tersebut hadir pada festival ini.
Permainan ini hadir guna untuk mengangkat kembali kebudayaan Betawi yang memang
sudah memudar di kalangan masyarakat.
Selain itu pengunjung juga disuguhkan pertunjukan
bakat dari siswa-siswi SD Kecamatan Pasar Minggu seperti pencak silat, tari
tradisional dan sebagainnya. Nama bongsang sendiri diambil dari nama sebuah
keranjang yang terbuat dari sebuah bambu yang dianyam.
Dimana pada tahun 1970-1980-an masyarakat menggunakan
bongsang sebagai wadah ketika mereka membeli buah. “Dulu kan belum pakek plastik, jadi kalo beli buah itu pakeknya bongsang” jelas Ibu Nanik
selaku salah penjual makanan. Selain untuk melestarikan budaya Betawi,
penggunaan bongsang ini juga bertujuan mengurangi penggunaan plastik, yang
dimana sudah menjadi salah satu program pemerintah dalam mengurangi sampah
plastik.
Kuliner
| Sumber foto : dokumen pribadi |
Proses pembuatan dodol
Betawi cukup rumit. Ketan, gula merah, gula pasir, dan santan harus dimasak
diatas tungku dengan menggunakan kayu bakar selama 8 jam dan harus terus
diaduk. Harga untuk dodol Betawi ini pun hanya Rp 15.000.
Selain dodol Betawi
kerak telor juga menjadi incaran para pengunjung. Salah satu makanan khas
Betawi yang terbuat dari beras ketan putih, telur ayam, dan bahan lainnya ini
juga cukup terjangkau dengan harga Rp 20.000 per satu porsi. Para pedagang
makanan khas betawi ini pun mengaku jika mereka mendapat keuntungan yang lebih
besar dari hari biasa.
“Lumayan juga lakunya,
bisa dua kali lipatnya dari hari biasa” kata Dayat selaku salah satu penjual
kerak telor. “Ya, kalo menurut saya bagus kok acaranya, jadi anak-anak yang
datang sama orang tuanya, bisa tau budaya Betawi tu kaya apa” sambungnya .


Terimakasih atas infonya, cukup membantu saya
BalasHapusWahh ternyata budaya Betawi masih kental sampe saat ini 👍
BalasHapus